Minggu, 28 Agustus 2011

Very...Very...Very like this song

Usah Kau Lara Sendiri
oleh: Katon Bagaskara




Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
Sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan samar cahya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya

Sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
Satu persatu jalinan kawan berajak menjauh
Kudatang sahabat bagi jiwa saat bathin merintih
Usah kau lara sendiri masih ada asa tersisa

Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya
Usah kau simpan lara sendiri Katon Bagaskara







Sabtu, 27 Agustus 2011

Masihkah engkau seorang manusia

Hai kamu,masihkah engkau seorang manusia jikalau kamu mengagungkan keegoisanmu dan ambisimu itu kpd orang yg telah kau lukai bertahun tahun saat dia sdh menemukan kebahagiaannya????

Selasa, 16 Agustus 2011

Meet U in my dream

Aktivitas malam tuk mengurangi kelelahan hatiku stlh lelah akan aktivitas seharian adalah berkomunikasi dg dunia maya,,,tentunya di saat roommateku tak sibuk dgn notebooknya.Tak lupa aq mengecek dinding fbq,tersirat di tengah halaman,senyum manis dr seorang adam.....huh...tak kusangka aq bisa wajahmu sekarang di sebuah benda mati ini setelah 7 tahun tak bertemu.Saat qta dipertemukan dlm sebuah kelas yg sama.Tuk melihatmu saja aq tak tertarik,karna wajahmu terlihat sbg sosok yg angkuh dan tak mudah tuk didekati.

Malam pun smkn larut,waktu sdh mengisyaratkan kepalaq tuk mencium bantal kesayangan. Fikiranq msh saja terombang ambing oleh dirinya.Manis senyumnya msh saja menghuni seluruh isi otakq.Dimanakah dia sekarang,mshkah seangkuh yg dulu,sudahkah dia berkekasih,msh ingatkah dia dgnku.Sesaat jantung berdetak dgn irama yg tak beraturan,walau mata telah terpejam tetap saja aq blum bisa terlelap.
Ku bolak balikkan kotak pengganjal kepalaku begitu jg badanku ke kanan dan ke kiri,,,agar aq mendapatkan keseimbangan pd posisi tidurku.Dan tak lama kemudian aku pun berada di alam bawah sadar.

Tak tahu ntah brp lama kemudian,kudapati diriku sedang bersama dg dirinya.Pergi menikmati indahnya suatu bukit bersamanya.Mendaki suatu puncak pegunungan yg aq sendiri tak tau nama pegunungan itu jg bersamanya.Membantu dia memakaikan jaket saat dinginnya udara hampir membuat muka dan tubuhnya membiru.Mengantarkannya ke rumah sakit saat dia hampir saja pingsan.Berada di dekatnya saat di terbaring lemas dgn jarum infus menusuk di tangan kanannya.Tiba2 laki2 setengah tua datang dan menyuruhku tuk pergi meninggalkan dia.

Sengat matahari mulai terasa saat roommateku membuka korden penutup jendela.Secara tak sengaja aku pun terbangun,dengan perlahan aqku tersadar,,,bahwa smua ini hanyalah mimpi.Dalam batinku bertanya,sebenarnya ada perasaan apakah aq dgn dirinya,seberapa dlmkah perasaan pdnya sampai2 Tuhan mempertemukan qta dlm alam mimpi.Sebenarnya pertemuaan ini sangatlah tidak adil bagiku.pertemuan di sebuah ruang dmn aku bisa berkata tapi dirinya tak pernah bisa untuk mendengarku.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Manusia

Tuhan,,,sungguh agung kuasaMu,,,,,benar2 tak bs diungkap dg kata Engkau telah menciptakan alam seisinya,,,serta sgala makhluk di dalamnya.Sungguh sangat bersyukur diriq terlahir sbg seorang hambaMu.
Di sebuah dinding ini,,,,ingin aku ungkap salah satu nikmat umatMu....Naluri...

Naluri yg engkau berikan pada setiap adam dan hawa sgtlah berbeda...tapi dlm suatu keterbedaan ini muncullah sesuatu yg sgt unik.Di sisi lain,Engkau anugrahkan suatu rasa pd mereka yang akan membentuk suatu warna indah pd suatu perbedaan.Rasa itu tak lain adalah cinta,,,yg akan menyatukan perbedaan itu.Layaknya sebuah pelangi keindahannya akan muncul krna adanya tetes air hujan&senyum manis dr mentari.

Tapi aku sangatlah heran bertemu dg manusia yg bersosok Tuhan.Aku sendiri bingung, ingin bertanya kpd sapa pertanyaanq ini "dimana naluri hatimu sebagai manusia".tapi aq hanya bisa terdiam,karena tak ingin dia terluka.naluriku memang beginilah adanya terbawa dr lahir hingga saat ini. Jika naluriku emang kau anggap sebagai suatu hal buruk ataupun negative di matamu,dan kaupun sendiri tak mampu menerima atw memahainya,maka secepatnya pergilah kau dr kehidupanku.Apa hakmu kau menghakimi kekurangan dalam diriku sebagai suatu aib dalam kehidupan ini.Sejenak aku tercengang,bahkan dirimu jg bkn seorang hakim yg berhak memvonis narapidana. Tapi engkau senang memvonis diriku tanpa bukti yg kuat,hanya dr sudut pandng d matamu,apa yg mnrt mata hatimu benar itulah yg kau anggap benar,,,dan kekurangan orang lain yg tak sejalan dgn fikiranmu itu kau vonis salah.Bahkan kau sendiri menciptakan hukuman2 bg diriku melalui mulut manismu dgn menghasut orang2 di sekitarku agar menghina diriku krna sgala kekuranganku.Asal kau tau saja Allah maha adil.Dialah maha sgala2nya.Dia ada di dlm hati setiap manusia.Aku hanya berpikir jika dgn smua ini hidupmu bahagia,akupun tak mampu berkata2,,,,aku hanya mampu berharap agar engkau Allah menyadarkan hatimu.Hanya sabarlah yg slalu menhuni relung hatiku saat ini....Insyaalah semuanya akan baek2 saja.

Biar bagaimanapun dirinya akupun juga hrs tau....kalau dirinya begitu jg tak bisa dipisahkan dr naluri hatinya...Akupun sediri juga hrs bisa menerima dgn lapang dan melihat suatu dr sudut pandang diriq sendiri...Mungkin inilah jalan Ilahi agar aq bisa b'sikap lebih dewasa menghadapi suatu kenyataan.