Tuhan,,,sungguh agung kuasaMu,,,,,benar2 tak bs diungkap dg kata Engkau telah menciptakan alam seisinya,,,serta sgala makhluk di dalamnya.Sungguh sangat bersyukur diriq terlahir sbg seorang hambaMu.
Di sebuah dinding ini,,,,ingin aku ungkap salah satu nikmat umatMu....Naluri...
Naluri yg engkau berikan pada setiap adam dan hawa sgtlah berbeda...tapi dlm suatu keterbedaan ini muncullah sesuatu yg sgt unik.Di sisi lain,Engkau anugrahkan suatu rasa pd mereka yang akan membentuk suatu warna indah pd suatu perbedaan.Rasa itu tak lain adalah cinta,,,yg akan menyatukan perbedaan itu.Layaknya sebuah pelangi keindahannya akan muncul krna adanya tetes air hujan&senyum manis dr mentari.
Tapi aku sangatlah heran bertemu dg manusia yg bersosok Tuhan.Aku sendiri bingung, ingin bertanya kpd sapa pertanyaanq ini "dimana naluri hatimu sebagai manusia".tapi aq hanya bisa terdiam,karena tak ingin dia terluka.naluriku memang beginilah adanya terbawa dr lahir hingga saat ini. Jika naluriku emang kau anggap sebagai suatu hal buruk ataupun negative di matamu,dan kaupun sendiri tak mampu menerima atw memahainya,maka secepatnya pergilah kau dr kehidupanku.Apa hakmu kau menghakimi kekurangan dalam diriku sebagai suatu aib dalam kehidupan ini.Sejenak aku tercengang,bahkan dirimu jg bkn seorang hakim yg berhak memvonis narapidana. Tapi engkau senang memvonis diriku tanpa bukti yg kuat,hanya dr sudut pandng d matamu,apa yg mnrt mata hatimu benar itulah yg kau anggap benar,,,dan kekurangan orang lain yg tak sejalan dgn fikiranmu itu kau vonis salah.Bahkan kau sendiri menciptakan hukuman2 bg diriku melalui mulut manismu dgn menghasut orang2 di sekitarku agar menghina diriku krna sgala kekuranganku.Asal kau tau saja Allah maha adil.Dialah maha sgala2nya.Dia ada di dlm hati setiap manusia.Aku hanya berpikir jika dgn smua ini hidupmu bahagia,akupun tak mampu berkata2,,,,aku hanya mampu berharap agar engkau Allah menyadarkan hatimu.Hanya sabarlah yg slalu menhuni relung hatiku saat ini....Insyaalah semuanya akan baek2 saja.
Biar bagaimanapun dirinya akupun juga hrs tau....kalau dirinya begitu jg tak bisa dipisahkan dr naluri hatinya...Akupun sediri juga hrs bisa menerima dgn lapang dan melihat suatu dr sudut pandang diriq sendiri...Mungkin inilah jalan Ilahi agar aq bisa b'sikap lebih dewasa menghadapi suatu kenyataan.
kurang opo ya,, istilah e,,, carane nek grafik ECG ki rak ana sing naik e,, ngono lho,, terlalu datar,, kata2ne lumayan apik,, tp critane terlalu datar, saya sbgai pembaca ki kyk ngrasa ne si tokoh e ki rak ana masalah ,, de'e ana iso nyelesaikan masalahe de'e ngapain aku ngurusi,,, ngono loh,, konfliknya krg mengena.. Itu pendapat dri saya,,
BalasHapus