Selasa, 16 Agustus 2011

Meet U in my dream

Aktivitas malam tuk mengurangi kelelahan hatiku stlh lelah akan aktivitas seharian adalah berkomunikasi dg dunia maya,,,tentunya di saat roommateku tak sibuk dgn notebooknya.Tak lupa aq mengecek dinding fbq,tersirat di tengah halaman,senyum manis dr seorang adam.....huh...tak kusangka aq bisa wajahmu sekarang di sebuah benda mati ini setelah 7 tahun tak bertemu.Saat qta dipertemukan dlm sebuah kelas yg sama.Tuk melihatmu saja aq tak tertarik,karna wajahmu terlihat sbg sosok yg angkuh dan tak mudah tuk didekati.

Malam pun smkn larut,waktu sdh mengisyaratkan kepalaq tuk mencium bantal kesayangan. Fikiranq msh saja terombang ambing oleh dirinya.Manis senyumnya msh saja menghuni seluruh isi otakq.Dimanakah dia sekarang,mshkah seangkuh yg dulu,sudahkah dia berkekasih,msh ingatkah dia dgnku.Sesaat jantung berdetak dgn irama yg tak beraturan,walau mata telah terpejam tetap saja aq blum bisa terlelap.
Ku bolak balikkan kotak pengganjal kepalaku begitu jg badanku ke kanan dan ke kiri,,,agar aq mendapatkan keseimbangan pd posisi tidurku.Dan tak lama kemudian aku pun berada di alam bawah sadar.

Tak tahu ntah brp lama kemudian,kudapati diriku sedang bersama dg dirinya.Pergi menikmati indahnya suatu bukit bersamanya.Mendaki suatu puncak pegunungan yg aq sendiri tak tau nama pegunungan itu jg bersamanya.Membantu dia memakaikan jaket saat dinginnya udara hampir membuat muka dan tubuhnya membiru.Mengantarkannya ke rumah sakit saat dia hampir saja pingsan.Berada di dekatnya saat di terbaring lemas dgn jarum infus menusuk di tangan kanannya.Tiba2 laki2 setengah tua datang dan menyuruhku tuk pergi meninggalkan dia.

Sengat matahari mulai terasa saat roommateku membuka korden penutup jendela.Secara tak sengaja aku pun terbangun,dengan perlahan aqku tersadar,,,bahwa smua ini hanyalah mimpi.Dalam batinku bertanya,sebenarnya ada perasaan apakah aq dgn dirinya,seberapa dlmkah perasaan pdnya sampai2 Tuhan mempertemukan qta dlm alam mimpi.Sebenarnya pertemuaan ini sangatlah tidak adil bagiku.pertemuan di sebuah ruang dmn aku bisa berkata tapi dirinya tak pernah bisa untuk mendengarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar